Imam Al-Qurthubi lahir di Kordoba, Andalusia, Spanyol, pada 1214 dengan nama lengkap Abu 'Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari al-Qurthubi. Ayahnya merupakan seorang petani yang meninggal dalam serangan Spanyol pada 1230, saat usianya masih 16 tahun.
Sepeninggal ayahnya, Al-Qurthubi bekerja untuk keluarganya sebagai pembuat tembikar dari tanah liat. Di saat yang sama, ia mengenyam pendidikan di Kordoba dengan berguru kepada Ebu Hucce dan Abdurrahman ibn Ahmet Al-Ashari. Pada 1236, Al-Qurthubi pindah ke Iskandariyah, setelah Kordoba dikuasai oleh Raja Ferdinand III dari Kastilia.
Di Iskandariyah, ia mulai belajar ilmu hadis dan tafsir, sebelum akhirnya pindah ke Kairo dan menetap di Munya Abi'l-Khusavb. Imam Al-Qurthubi meninggal dunia di Kairo, Mesir, pada 29 April 1273 dalam usia 59 tahun.
Al-Qurthubi adalah ulama dan ahli fikih yang sangat produktif dalam menulis. Hal ini dapat dari banyak jumlah buku yang ditulisnya. Di antara karya-karya beliau yang telah diwariskan untuk umat Islam adalah: Kitab Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, KItab Syarh al-Taqassi, Kitab Qamah al-Hars bi al-Hars bi al-Zuhd wa al-Qanā’ah, Kitab Al-Asnā fī Sharh Asmā’ Allah al Husnā wa Sifatih, KitabAl-Tidzkār fi Afdalal-Adzhkār, KitabAl-Tadzhkīrah fi Ahwāl al-Mawtā wa Umūr al-Akhirah, KitabQam’ al Harshbial Zuhdwaal Qanā’ ahwa Radd Dzalikal Su’āl bi al-Kutub wa Al-Syafā’ah. (Jufriyadi: 2018)