Mati Ketawa Ala Refotnasi
For read a book, Please sign into your account.
loginBuku ini merupakan kumpulan tulisan Emha Ainun Nadjib yang berisi gagasan-gagasan mengenai reformasi pada masa orde baru. Dalam tulisan ini, Emha juga kerap mengkritik atau memberikan pandangan kondisi sosial, budaya, agama, dan kemanusiaan pada era reformasi lewat gayanya yang penuh humor satire.
Istilah Reformasi diplesetkan menjadi Refotnasi, aliasi susah mendapatkan nasi (beras). Sebuah plesetan yang ingin menggambarkan situasi awal era reformasi di mana rakyat banyak yang kesulitan untuk memperoleh bahan pangan.
“Tiap hari saya bertemu dengan ribuan rakyat di berbagai daerah dan pulau. Hampir semua bertanya, ‘Kok, partai politik kita sekarang begitu banyak? Ini demokrasi, perpecahan ataukah ketidakdewasaan? Kami harus memilih yang mana?’ Saya tidak bisa menjawab. Malah balik bertanya, ‘Orang partai mana yang sudah kulonuwun kepada sampean-sampean di kampung ini?’ Mereka menjawab, ‘Belum ada .…’. Pertemuan saya dengan mereka biasanya bermuara pada satu tema: jangan sampai kita rakyat kecil ini gampang didustai lagi.”
Bagi penikmat budaya pasti tidak akan lupa dengan eksistensi Cak Nun. Cak Nun dikenal sebagai penulis yang menyajikan cerita-cerita yang berisi kritik dengan penyampaian menggelitik sehingga mampu membuat pembaca tertawa miris atau justru merasa simpati dengan kondisi yang disampaikan.