Filosofi Teras
Agar bisa baca buku, silakan lakukan Login!
loginBuku Filosofi Teras lahir dari terjemahan langsung dari kata stoa dalam bahasa Yunani yang berarti teras berpilar. Ada apa dengan Stoa atau teras? Pastinya ini menjadi payung besar yang menjadi gagasan inti dari buku ini. Stoa atau teras berpilar merupakan tempat pertama kali filsafat mengenai alternatif laku hidup (way of life) diperkenalkan dan diajarkan oleh filsuf bernama Zeno di Athena.
Kemudian, Henry Manampiring sebagai penulis buku Filosofi Teras mengalami titik balik setelah mempelajari Stoa atau Stoisisme ini. Oleh karena itulah, ia menuangkan segala pengalaman hidup dan nilai Stoa di dalam buku ini.
Pada Bab 2 buku ini, Henry membeberkan kesaksiannya tentang bagaimana Stoa telah mengubah dirinya dari orang yang sangat pemarah jika terjebak di dalam kemacetan, baik sedang dalam posisi sebagai pengemudi maupun penumpang, menjadi lebih santai bahkan tidak lagi terganggu dengan perilaku pengendara lain.
Ketentraman yang dibawa ajaran Stoa ini dituangkan Henry menjadi bab-bab yang begitu menginspirasi karena dijabarkan dengan contoh-contoh nyata dari pengalaman sehari-hari dirinya maupun orang-orang di sekitar.
Dalam Filosofi Teras kita memang diberitahu tentang manfaat yang bisa diperoleh dari ajaran Stoa, tapi filsafat ini juga dijelaskan sebagai nilai-nilai yang tidak “dogmatis”, karena ia bukan agama yang memiliki aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar atau ada ancaman masuk neraka jika tidak dilakukan.
Filosofi Teras percaya bahwa hidup dengan kebajikanlah yang harus dikejar oleh kita semua dengan menggerakkan segala kemampuan untuk mengendalikan emosi negatif. Dengan demikian hidup yang tentram, damai, dan tangguh akan hadir sebagai konsekuensi, sebab kebahagiaan bukanlah tujuan utama yang dicari dalam filosofi ini.
“Tujuan utama dari Filosofi Teras adalah hidup dengan emosi negatif yang terkendali, dan hidup dengan kebajikan (virtue/arete) – atau bagaimana kita hidup sebaik-baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia.”
Namun, untuk bisa hidup dengan kebajikan (virtue/arete), kita harus terlebih dahulu mengetahui apa sebenarnya esensi dan peruntukkan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, Stoisisme lebih menekankan pada praktik dan tidak terlalu pada diskusi intelektual menyangkut ide-ide abstrak.
Tidak heran pada bab Sebuah Filosofi yang Realistis dijelaskan bahwa Stoisisme tetap relevan di masa kini meski keberadaannya sudah lebih dari 2.000 tahun, sebab siapa saja bisa mempraktikkannya tanpa bergantung pada atribut-atribut, seperti kekayaan, prestasi akademis, warna kulit, suku, karier, atau pun profesi.
“Siapa pun yang mengingini atau menghindari hal-hal yang ada di luar kendalinya tidak pernah akan benar-benar merdeka dan bisa setia pada dirinya sendiri, tetapi akan terusterombang-ambing terseret hal-hal tersebut.” – Epictetus
Andini XIMIPA2
2 tahun yang laluisinya mengajarkan kita arti hidup dengan bahasa yang mudah dipahami
-
- 2 tahun yang lalu
Buku filosofi teras karya seseorang yang biasa disebut "Om Piring" ini memperkenalkan stoisisme, filsafat Yunani Kuno, dengan cara yang sangat sederhana dan relevan dengan kehidupan modern. Buku ini mengajarkan bagaimana menghadapi suatu masalah dengan tenang dan fokus pada hal-hal yang bisa di kendalikan, serta menemukan kebahagiaan lewat pengendalian diri dan sikap bersyukur. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini dapat membantu pembaca lebih bijaksana dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. -
- 1 tahun yang lalu
Buku ini banyak memberi masukan tentang kebebasan pikiran, belajar lebih memahami sesuatu yang ada di bawah kendali seseorang, dan mengurangi kecemasan akan sesuatu yang di luar kendali manusia. Yang suka baperan, lebay, minderan-wajib baca ini -
- 1 tahun yang lalu
Buku Filosofi Teras keren banget buat anak SMA yang sering ngerasa overthinking, stres, atau bingung sama hidup. Buku ini seru karena banyak contoh dari kehidupan sehari-hari, jadi relate banget sama masalah yang sering kita hadapi, kayak drama pertemanan atau tugas yang numpuk. Pokoknya, buku ini cocok buat yang pengen belajar jadi lebih kuat mental dan nggak gampang stres.
Farhan 12 Mipa 2
2 tahun yang laluSalah satu buku yang menurut saya semua orang harus baca. Buku ini mengajarkan cara menghadapi berbagai masalah dengan sudut pandang yang sangat rasional